Uniknya Macam-macam Kebudayaan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua. Karena bentuk negaranya yang kepulauan, bukan sebuah hal aneh jika ada berbagai macam-macam kebudayaan Indonesia.
Hal itu pula yang menjadikannya Negara terkaya adat-istiadat dan kebudayaanya di dunia. Sejarah Terbentuknya Macam-macam Kebudayaan Indonesia memiliki kumpulan kepulauan terbesar dan terpanjang di dunia. Menurut ahli-ahli geologi, hal ini terbentuk pada akhir zaman es terkahir atau disebut Kala Glacial Wurm (Koentjaraningrat, 2004).
Sedangkan manusia Indonesia yang paling tua sudah ada sejak kira-kira satu juta tahun yang lalu. Saat itu dataran Sunda masih merupakan daratan sedangkan benua Asia Tenggara serta beberapa kepulauan di sekitarnya masih bergabung menjadi satu. Beberapanya kemudian disebut sebagai Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
Manusia-manusia tua Indonesia tadi kemudian melakukan penyebaran di berbagai daerah kepulauan yang telah terbentuk dan mulai memiliki kebudayaan-kebudayaan sendiri, yang berbeda antara satu dengan lainnya karena berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah faktor geografis.
Macam-macam Kebudayaan Indonesia
1. Kebudayaan Nias Penduduk,
Nias memiliki kebudayaan Megalithik, warisan dari benua Asia di jaman perunggu. Bahasa Nias juga termasuk dalam kelompok bahasa Melayu-Polinesia, dan memiliki dua logat yakni logat Nias Utara dan Nias Selatan.
Bentuk rumah di Nias terdapat dua macam, yaitu model rumah adat yang disebut Omo Hada dan model rumah biasa atau Omo Pasisir. Kegiatan ekonomi orang Nias dahulu, lebih pada kegiatan bercocok tanam di ladang. Selain itu juga mereka berburu, menangkap ikan, beternak dan menjadi tukang.
2. Kebudayaan Batak
Orang-orang Batak memiliki marga-marga atau suku-suku yang terdiri atas suku Karo, suku Simalungun, suku Pakpak, suku Toba, suku Angkola, dan suku Mandailing. Dan ke-semua suku-suku itu memiliki satu nenek moyang yang disebut Si Raja Batak. Orang Batak dikenal sebagai kaum perantau yang kini telah menyebar ke berbagai daerah di hampir seluruh wilayah Indonesia, terutama di Jawa.
Perkawinan yang dianggap ideal oleh orang Batak ialah apabila terjadi perkawinan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan anak dari saudara laki-laki ibunya. Selain itu orang lelaki Batak pantang menikah dengan seorang wanita yang semarga dengannya atau dengan anak perempuan dari saudara perempuan ayah.
3. Kebudayaan Jawa
Sebetulnya pusat kebudayaan Jawa terdapat di dua tempat yaitu Yogyakarta dan Surakarta, sebagai bekas kerajaan Mataram jaman dahulu. Meskipun begitu, di berbagai daerah tempat tinggal orang-orang Jawa terdapat berbagai variasi dan perbedaan kebudayaan yang bersifat lokal. Yang uniknya, tetap menunjukkan satu pola atau sistem kebudayaan Jawa.
Ada dua macam bahasa Jawa dilihat dari kriteria tingkatan, ialah bahasa Jawa Ngoko dan Krama. Kegiatan utama perekonomiannya adalah bercocok tanam, karena suburnya lahan-lahan di Jawa. Perkawinan tak boleh dilakukan bila mereka saudara sekandung (incest).
4. Kebudayaan Sunda
Yang disebut sebagai suku bangsa Sunda secara antropologi adalah orang-orang keturunan sunda dengan dialeknya serta bertempat tinggal di daerah Jawa Barat. Bahasa Sunda dipakai luas dalam masyarakat Jawa Barat meski dengan dialek dan tingkat kehalusan kata yang berbeda-beda. Orang Sunda gemar membuat pantun-pantun. Ada tiga kesatuan atau unit sosial masyarakat Sunda yang menjadi pusat kegiatan ekonomi mereka, yaitu kota, desa, dan daerah perkebunan.
5. Kebudayaan Bali
Ada dua macam bentuk masyarakat di Bali, yang disebabkan oleh pengaruh kebudayaan Jawa-Hindu pada jaman Majapahit dulu. Dua bentuk itu ialah Masyarakat Bali Aga (orang Bali Asli) dan Bali Majapahit (orang Majapahit). Bali Aga lebih banyak menempati daerah pegunungan, sedangkan Bali Majapahit menempati daerah dataran.
Dahulu, mata pencaharian orang Bali 70% nya adalah bercocok tanam. Tetapi karena banyaknya wisatawan domestik dan asing yang berwisata di Bali, membuat pergeseran yang besar dalam sistem perekonomian Bali. Kegiatan ekonomi pariwisata sekarang lebih banyak di Bali.
Di Bali juga terdapat sistem klan dan wangsa (kasta). Sebagian besar dari orang Bali menganut agama Hindu-Bali. Macam-macam kebudayaan Indonesia sangat unik dan menarik. Yang dituliskan di atas barulah sekelumit saja dari macam-macam kebudayaan Indonesia yang tersebar, mulai dari sabang sampai merauke. Tetapi ingatlah, kawan. Meski berbeda tetap satu jua, Indonesia!!
Sabtu, 27 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar